Senin, 25 Mei 2015

teknologi pembelajaran




Soal

A.      Buatlah satu artikel seputar teknologi pendidikan, jika menggunakan referensi sebagai bahan kutipan atau acuan teori, cantumkan sumber referensinya dengan jelas!
B.      Jawab pertanyaan di bawah ini!

  1.  Berikan rumusan saudara mengenai teknologi pendidikan, menurut anda aspek mana yang anda utamakan, aspek “hardware atau software”nya  ? 
  2.  Pendidikan nasional masih menghadapi sejumlah permasalahan antara lain: pemerataan pendidikan, mutu, relevansi, efektivitas, dan efisiensi pendidikan. Jelasakan kontribusi teknologi pendidikan dalam pemecahan masalah-masalah pendidikan tersebut? 
  3.  Jelaskan langkah upaya apa saja yang anda dapat lakukan untuk membenahi pusat sumber belajar (PSB) yang ada disekitar anda sehingga PSB tersebut menjadi suatu wadah yang bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup manusia, khususnya di lingkungan sekitar anda! 
  4.   Jelaskan keterkaitan antara sumber belajar dengan teknologi pendidikan/pembelajaran! 
  5.   Jelaskan perbedaan antara sumber belajar, media belajar, dan alat peraga, Sertakan contohnya masing-masing! 
  6.   Berdasarkan pengamatan anda, tuliskan fungsi-fungsi dari Teknologi Informasi dan komuikasi yang sudah berjalan atau diterapkan di lingkungan belajar anda, selain itu tuliskan juga fungsi-fungsi TIK yang belum berjalan di lingkungan belajar anda dan apa yang menjadi faktor penyebabnya! 
  7.  Jelaskan dampak positif dan negative dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan pada umumnya dan pembelajaran pada khususnya!
  8.   Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah terjadi pergeseran paradigma mengenai guru, dimana guru bukan lagi merupakan satu-satunya sumber  belajar bagi siswanya. Indentfikasikanlah peran guru yang mana saja yang mengalami perubahan dan yang tidak mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perkembangan TIK! 
  9. Berikan contoh bentuk pengaplikasian Teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di sekolah
  10. Bagaimanakah peran mata kuliah teknologi pendidikan dalam membantu anda sebagai mahasiswa sehingga menjadi ilmuwan dan profesional  dibidang anda!



Jawaban
A.    Artikel tentang teknologi pendidikan/pembelajaran.
Teknologi pendidikan merupakan konsep yang kompleks. Ia dapat dikaji dari berbagai segi dan kepentingan. Kecuali itu teknologi pendidikan sebagai sutu bidang kajian ilmiah, senantiasa berkembang sesuai degan perkembangan ilmu dan teknologi yang mendukung dn mempengaruhinya.
Pada awal perkembanganya (sekitar 70 tahun yang lalu), teknologi pendidikan selalu dikaitkan dengan adanya peralatan terutama yang berupa ruparunggu                 (audiovisual).peralatan ini pun hanya berfungsi sebaga alat bantu guru dalam mengajar.perkembangan berikutnya atau paradigma kedua bertolak dari pendekatan sistem dan teori komunikasi dalam kegiatan pendidikan.paradigma ketiga bertolak dari pendekatan manajemen proses intruksional, dimana unsur-unsur yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda, dijalin secara integral.paradigma keempat berolak daripendekatan ilmu prilku, yaitu dengan memfokuskan perhatian kepada diri peserta didik agar mereka itu dapat dimungkinkan untuk belajar efektif dan efesien. Paradigama baru atau kelima, merupakan perkembangan internal untuk lebih menegaskan identitas teknologi pendidikan.
Fokus teknologi pendidikan adalah memecahkan masalah belajar yang bertujun, terarah dan terkendali. Oleh karena tu, istilah”teknologi pendidikan” dipersempit menjadi “teknologi pembelajaran”.berdasarkan perkembanganya paradigma yang terakhir ini, maka defenisi teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam merncang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, dan menilai proses dan sumber utuk belajar.secara oprasional teknologi pendidikan dapat dikaitan sebagai proses yang bersistem dalam membantu memecahkan masalah belajar pada manusia.

teknologi pembelajaran tidak hanya sebagai sesuatu yang berupa mesin. Akan tetapi, mencakp suatu proses yag kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah masalh pendidikan dan mencari jalan untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran.
B.      
1.      Hardware atau perangkat keras adalah segala sesuatu peralatan teknologi yang berupa fisik. Cirinya yang terlihat dan bisa disentuh. Sedangkan software atau perangkat lunak adalah system yang dapat menjalankan atau yang berjalah dalam perangkat keras tersebut. Software dapat berupa operating system (OS), aplikasi, ataupun konten.  Dari melihat pengertian tersebut. menurut pandangan saya, aspek yang perlu diutamakan antara Hardware dan Software. Yaitu aspek Hardwarenya. Karena, perangkat keraslah yang bersentuhan langsung dengan proses pembelajaran/pendidikan. contohnya seperti komputer dan proyektor.
2.      permasalahan-permasalahan dalam pendidikan pemerataan pendidikan, mutu, relevansi, efektivitas, dan efisiensi pendidikan. menunjukkan bahwa pemecahan  masalah-masalah pendidikan kita membutuhkan alternatif-alternatif lain disamping cara-cara penyelesaian yang konvensional yang dikenal selama ini. Berbagai potensi yang dimiliki oleh teknologi dalam pendidikan lantas memungkinkannya diajukan sebagai suatu alternatif untuk memecahkan masalah-masalah tadi.                               
Kontribusi teknologi pendidikan pada pemecahan masalah untuk pembaharuan sistem pendidikan dan pembelajaran dapat dibedakan dalam lima kategori yaitu: 1) Penyediaan tenaga profesi yang kompeten untuk memecahkan masalah belajar. 2) Pengintegrasian konsep, prinsip dan prosedur dalam sistem pendidikan. 3) Pengembangan sistem belajar pembelajaran yang inovatif. 4)Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses belajar dan pembelajaran. 5) Peningkatan kinerja organisasi dan sumber daya manusia agar lebih produktif.        
      Perkembangan masyarakat manusia semakin menegaskan peran teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan di semua level pendidikan. Pada level makro, teknologi pendidikan berperan dalam mendesain konsep dan pelaksanaan pendidikan secara nasional. Akses pendidikan bagi semua tidak dapat didekati secara konvensional, butuh sentuhan teknologi yang bisa menjamin semua warga negara menikmati pembelajaran yang menjadi  haknya sebagai warga negara. Pada level mikro, teknologi pendidikan berperan serta dalam pencapaian mutu pembelajaran. Mutu pembelajaran indikatornya harus terukur. Jaminan pencapaian indicator. indikator itu hanya bisa didekati melalui pendekatan teknologi dalam pengertian sebenarnya, tidak terbatas pada pembelajaran semata, tetapi terintegrasi secara sistemik dan pemanpaatan sumber belajar yang bervariasi.
3.      a. menganalisis kebutuhan dimana pusat sumber belajar didirikan.
                  b. Penambahan ruangan pusat sumber belajar yang lebih luas
      c. Penyediaan ruangan bagi unit pelayanan yang belum memiliki ruangan khusus
      d. meningkatkan pelayanan, pengelolaan dan pengorganisasian terhadap sumber belajar tersebut. Hal ini bertujuan agar sumber belajar mudah untuk diakses dan juga dimanfaatkan.
     e.berusaha untuk menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukankerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan pusat sumber belajar.
f.meningkatkan Hubungan dengan masyarakat, misalnya membuka perpustakaan keliling, pelatihan penulisan karya ilmiah, kegiatan kompetisi dalam masyarakat (lomba bercerita, artikel, opini dll). Hal ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat/akademis dan menjadi perpustakaan sebagai salah satu pusat sumber belajar yang mampu bersaing.

4.      Agar tujuan dalam proses pembelajaran dapat tercapai dengan baik, maka harus ada sumber belajar yang menunjang proses pembelajaran tersebut.ketika seseorang belajar berinteraksi dengan sumber belajar, maka orang tersebut akan mendapatkan hambatan-hambatan/atau masalah dalam proses belajarnya.sehingga untuk memecahkan berbagai masalah tersebut, diperlukan teknologipembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut/mempermudah dalam proses belajar.
5.      a.Sumber  belajar adalah suatu kesatuan yang didalamnya terdapat komponen yang saling berhubungan, saling mempengaruhi, serta saling melengkapi.contohnya; manusia, alat,  aktivitas dan lingkungan.
b. Media belajar merupakan suatu sarana yang digunakan dalam menyampaikan pembelajaran/ bahan ajar yang membutuhkan metode serta alat yang digunakan sesuai keinginan. Contoh: proyektor, buku, komputer dan lain lain.
c. Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalammenyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peragakarena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran.contohnya powerpoint.
6. TIK yang telah diterapkan:
v  pemanfaatan media internet untuk menyelesaikan tugas perkuliahan.
v  Penggunaan LCD/proyektor untuk memperentasikan bahan pembelajaran.
v  Penggunaan laptop/note book untuk membantu dalam mengerjakan tugas.
v  Adanya tayangan televisi yang membahas tentang pendidikan.
Tik yang belum diterapkan:
v Belum memanfaatkan media internet untuk proses pembelajaran jarak jauh (kelas virtual).
v Belum digerakkanya kegiatan diskusi online, diskusi yang dilakukan melalui internet berupa chat, e-mail, dan forum.
7. Dampak positif:
v  sebagai media informasi, misalnya internet. Peserta didik dapat mengeksplorasi informasi yang ada di seluruh dunia dengan lebih efisien dan efektif hanya dengan mengakses internet.
v  perkembangan TIK dapat pula dimanfaatkan peserta didik sebagai media komunikasi. Misalnya, memanfaatkan jaringan internet untuk chatting dan mailing, peserta didik dapat berkomunikasi dengan saling bertukar informasi tentang apa yang sedang dibahas.
v  Dengan adanya perkembangan TIK, belajar menjadi jauh lebih efisien. Proses pembelajaran tidak harus selalu dengan bertatap muka seperti jaman dahulu. Kini, proses pembelajaran dapat dilakukan memanfaatkan perkembangan TIK yang ada, sehingga kita juga dapat efisien dalam menggunakan waktu.
v  Adanya fakta bahwa peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dengan metode belajar yang menggunakan fasilitas multimedia daripada metode belajar konvensional.
v  Berkembangnya TIK juga berperan dalam hal mengelola institusi pendidikan. Peran yang dimaksud adalah memudahkan institusi pendidikan untuk menyediakan layanan informasi untuk para peserta didik, seperti informasi tentang biaya pendidikan, kurikulum, pembimbing, dan sebagainya.
Dampak negatif:
v  Dapat  terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial.
v  Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh.
v  Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Terkadang anak-anak lebih senang bermain games ketimbang materi yang diberikan oleh guru. Karena games sangat menarik peserta didik untuk rehat sejenak dari segala pembelajaran yang diterimanya di sekolah.
v  Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dan sebagainya.
8. Peran guru yang mengalami perubahan:
v  Peran guru yang pada awalnya hanya sebagai sumber utama informasi dan sumber jawaban, kini menjadi fasilitator pembelajaran.
v  Peranan guru dalam mengendalikan semua aspek pembelajaran sudah tidak berlaku lagi, kini guru lebih banyak memberikan alternatif dan tanggung jawab kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.
v  Guru tidak lagi mengunakan sistem menjelaskan secara keseluruhan dari bahan pengajaran,karena telah ada aplikasi power point dan proyektor.
Peran guru yang tidak mengalami perubahan:
v Pewarisan dan penanaman nilai-nilai kehidupan yang diberikan oleh guru tidak hanya diajarkan secara verbal searah sebagaimana yang bisa diperoleh melalui media pembelajaran elektronik, tetapi harus dikomunikasikan secara baik tidak hanya melalui ceramah dan pidato retoris tetapi terutama dan paling bermakna harus melalui contoh dan sikap hidup yang nyata.
v  Pola komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran yang disajikan oleh guru adalah sebuah pola komunikasi yang humanis karena komunikasi antara manusia dengan manusia yang lebih melibatkan suasana hati, rasa peduli, dan tenggang rasa yang tidak mungkin dialami anak didik ketika belajar dengan menggunakan alat-alat pembelajaran elektronik yang dingin, kaku dan tak punya perasaan.
v  Karena teknologi memiliki kemampuan terbatas berupa pemecahan masalah yang rasional. Ketika ada hal-hal yang irasional, manusia masih lebih unggul dalam menyelasaikan masalah. Dengan kata lain, peran para pengajar tidak akan tergantikan oleh teknologi, bagaimanapun teknologi itu berkembang semakin canggih.
v  guru tetap mengevaluasi peserta didiknya untuk mengetahui tingkat kemampuannya.
9. (a) memanfaatkan jasa teknologi elektronik yang memudahkan guru dan peserta didik, peserta didik dan sesama peserta didik atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler; (b) memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan jaringan komputer); (c) menggunakan bahan belajar mandiri (self-learning materials) yang disimpan di jaringan komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan peserta didik kapan dan di mana diperlukan; (d) memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.(e) teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah.
10.Dalam mata kuliah teknologi pendidikan/pembelajaran, kita diajarkan bagaimana memanfaatkan/menggunakan suatu teknologi dengan baik, serta membekali para peserta didik dengan pengetahuan yang berkaitan dengan tekonologi.Yang akan menjadi bekal dalam bergelut dalam dunia pekerjaan yang diinginkanya. sehingga menjadikan seseorang profesional dibidangnya masing-masing.       
Daftar Pustaka
Miarso Yusufhadi, menyemai benih teknologi pendidikan, Jakarta:Kencana, 2004.
Nasution, prof. M.A, teknologi pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.
 



teknologi pembelajaran




Soal

A.      Buatlah satu artikel seputar teknologi pendidikan, jika menggunakan referensi sebagai bahan kutipan atau acuan teori, cantumkan sumber referensinya dengan jelas!
B.      Jawab pertanyaan di bawah ini!

  1.  Berikan rumusan saudara mengenai teknologi pendidikan, menurut anda aspek mana yang anda utamakan, aspek “hardware atau software”nya  ? 
  2.  Pendidikan nasional masih menghadapi sejumlah permasalahan antara lain: pemerataan pendidikan, mutu, relevansi, efektivitas, dan efisiensi pendidikan. Jelasakan kontribusi teknologi pendidikan dalam pemecahan masalah-masalah pendidikan tersebut? 
  3.  Jelaskan langkah upaya apa saja yang anda dapat lakukan untuk membenahi pusat sumber belajar (PSB) yang ada disekitar anda sehingga PSB tersebut menjadi suatu wadah yang bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup manusia, khususnya di lingkungan sekitar anda! 
  4.   Jelaskan keterkaitan antara sumber belajar dengan teknologi pendidikan/pembelajaran! 
  5.   Jelaskan perbedaan antara sumber belajar, media belajar, dan alat peraga, Sertakan contohnya masing-masing! 
  6.   Berdasarkan pengamatan anda, tuliskan fungsi-fungsi dari Teknologi Informasi dan komuikasi yang sudah berjalan atau diterapkan di lingkungan belajar anda, selain itu tuliskan juga fungsi-fungsi TIK yang belum berjalan di lingkungan belajar anda dan apa yang menjadi faktor penyebabnya! 
  7.  Jelaskan dampak positif dan negative dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan pada umumnya dan pembelajaran pada khususnya!
  8.   Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah terjadi pergeseran paradigma mengenai guru, dimana guru bukan lagi merupakan satu-satunya sumber  belajar bagi siswanya. Indentfikasikanlah peran guru yang mana saja yang mengalami perubahan dan yang tidak mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perkembangan TIK! 
  9. Berikan contoh bentuk pengaplikasian Teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di sekolah
  10. Bagaimanakah peran mata kuliah teknologi pendidikan dalam membantu anda sebagai mahasiswa sehingga menjadi ilmuwan dan profesional  dibidang anda!



Jawaban
A.    Artikel tentang teknologi pendidikan/pembelajaran.
Teknologi pendidikan merupakan konsep yang kompleks. Ia dapat dikaji dari berbagai segi dan kepentingan. Kecuali itu teknologi pendidikan sebagai sutu bidang kajian ilmiah, senantiasa berkembang sesuai degan perkembangan ilmu dan teknologi yang mendukung dn mempengaruhinya.
Pada awal perkembanganya (sekitar 70 tahun yang lalu), teknologi pendidikan selalu dikaitkan dengan adanya peralatan terutama yang berupa ruparunggu                 (audiovisual).peralatan ini pun hanya berfungsi sebaga alat bantu guru dalam mengajar.perkembangan berikutnya atau paradigma kedua bertolak dari pendekatan sistem dan teori komunikasi dalam kegiatan pendidikan.paradigma ketiga bertolak dari pendekatan manajemen proses intruksional, dimana unsur-unsur yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda, dijalin secara integral.paradigma keempat berolak daripendekatan ilmu prilku, yaitu dengan memfokuskan perhatian kepada diri peserta didik agar mereka itu dapat dimungkinkan untuk belajar efektif dan efesien. Paradigama baru atau kelima, merupakan perkembangan internal untuk lebih menegaskan identitas teknologi pendidikan.
Fokus teknologi pendidikan adalah memecahkan masalah belajar yang bertujun, terarah dan terkendali. Oleh karena tu, istilah”teknologi pendidikan” dipersempit menjadi “teknologi pembelajaran”.berdasarkan perkembanganya paradigma yang terakhir ini, maka defenisi teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam merncang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, dan menilai proses dan sumber utuk belajar.secara oprasional teknologi pendidikan dapat dikaitan sebagai proses yang bersistem dalam membantu memecahkan masalah belajar pada manusia.

teknologi pembelajaran tidak hanya sebagai sesuatu yang berupa mesin. Akan tetapi, mencakp suatu proses yag kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah masalh pendidikan dan mencari jalan untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran.
B.      
1.      Hardware atau perangkat keras adalah segala sesuatu peralatan teknologi yang berupa fisik. Cirinya yang terlihat dan bisa disentuh. Sedangkan software atau perangkat lunak adalah system yang dapat menjalankan atau yang berjalah dalam perangkat keras tersebut. Software dapat berupa operating system (OS), aplikasi, ataupun konten.  Dari melihat pengertian tersebut. menurut pandangan saya, aspek yang perlu diutamakan antara Hardware dan Software. Yaitu aspek Hardwarenya. Karena, perangkat keraslah yang bersentuhan langsung dengan proses pembelajaran/pendidikan. contohnya seperti komputer dan proyektor.
2.      permasalahan-permasalahan dalam pendidikan pemerataan pendidikan, mutu, relevansi, efektivitas, dan efisiensi pendidikan. menunjukkan bahwa pemecahan  masalah-masalah pendidikan kita membutuhkan alternatif-alternatif lain disamping cara-cara penyelesaian yang konvensional yang dikenal selama ini. Berbagai potensi yang dimiliki oleh teknologi dalam pendidikan lantas memungkinkannya diajukan sebagai suatu alternatif untuk memecahkan masalah-masalah tadi.                               
Kontribusi teknologi pendidikan pada pemecahan masalah untuk pembaharuan sistem pendidikan dan pembelajaran dapat dibedakan dalam lima kategori yaitu: 1) Penyediaan tenaga profesi yang kompeten untuk memecahkan masalah belajar. 2) Pengintegrasian konsep, prinsip dan prosedur dalam sistem pendidikan. 3) Pengembangan sistem belajar pembelajaran yang inovatif. 4)Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses belajar dan pembelajaran. 5) Peningkatan kinerja organisasi dan sumber daya manusia agar lebih produktif.        
      Perkembangan masyarakat manusia semakin menegaskan peran teknologi pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan di semua level pendidikan. Pada level makro, teknologi pendidikan berperan dalam mendesain konsep dan pelaksanaan pendidikan secara nasional. Akses pendidikan bagi semua tidak dapat didekati secara konvensional, butuh sentuhan teknologi yang bisa menjamin semua warga negara menikmati pembelajaran yang menjadi  haknya sebagai warga negara. Pada level mikro, teknologi pendidikan berperan serta dalam pencapaian mutu pembelajaran. Mutu pembelajaran indikatornya harus terukur. Jaminan pencapaian indicator. indikator itu hanya bisa didekati melalui pendekatan teknologi dalam pengertian sebenarnya, tidak terbatas pada pembelajaran semata, tetapi terintegrasi secara sistemik dan pemanpaatan sumber belajar yang bervariasi.
3.      a. menganalisis kebutuhan dimana pusat sumber belajar didirikan.
                  b. Penambahan ruangan pusat sumber belajar yang lebih luas
      c. Penyediaan ruangan bagi unit pelayanan yang belum memiliki ruangan khusus
      d. meningkatkan pelayanan, pengelolaan dan pengorganisasian terhadap sumber belajar tersebut. Hal ini bertujuan agar sumber belajar mudah untuk diakses dan juga dimanfaatkan.
     e.berusaha untuk menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukankerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan pusat sumber belajar.
f.meningkatkan Hubungan dengan masyarakat, misalnya membuka perpustakaan keliling, pelatihan penulisan karya ilmiah, kegiatan kompetisi dalam masyarakat (lomba bercerita, artikel, opini dll). Hal ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat/akademis dan menjadi perpustakaan sebagai salah satu pusat sumber belajar yang mampu bersaing.

4.      Agar tujuan dalam proses pembelajaran dapat tercapai dengan baik, maka harus ada sumber belajar yang menunjang proses pembelajaran tersebut.ketika seseorang belajar berinteraksi dengan sumber belajar, maka orang tersebut akan mendapatkan hambatan-hambatan/atau masalah dalam proses belajarnya.sehingga untuk memecahkan berbagai masalah tersebut, diperlukan teknologipembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut/mempermudah dalam proses belajar.
5.      a.Sumber  belajar adalah suatu kesatuan yang didalamnya terdapat komponen yang saling berhubungan, saling mempengaruhi, serta saling melengkapi.contohnya; manusia, alat,  aktivitas dan lingkungan.
b. Media belajar merupakan suatu sarana yang digunakan dalam menyampaikan pembelajaran/ bahan ajar yang membutuhkan metode serta alat yang digunakan sesuai keinginan. Contoh: proyektor, buku, komputer dan lain lain.
c. Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalammenyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peragakarena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran.contohnya powerpoint.
6. TIK yang telah diterapkan:
v  pemanfaatan media internet untuk menyelesaikan tugas perkuliahan.
v  Penggunaan LCD/proyektor untuk memperentasikan bahan pembelajaran.
v  Penggunaan laptop/note book untuk membantu dalam mengerjakan tugas.
v  Adanya tayangan televisi yang membahas tentang pendidikan.
Tik yang belum diterapkan:
v Belum memanfaatkan media internet untuk proses pembelajaran jarak jauh (kelas virtual).
v Belum digerakkanya kegiatan diskusi online, diskusi yang dilakukan melalui internet berupa chat, e-mail, dan forum.
7. Dampak positif:
v  sebagai media informasi, misalnya internet. Peserta didik dapat mengeksplorasi informasi yang ada di seluruh dunia dengan lebih efisien dan efektif hanya dengan mengakses internet.
v  perkembangan TIK dapat pula dimanfaatkan peserta didik sebagai media komunikasi. Misalnya, memanfaatkan jaringan internet untuk chatting dan mailing, peserta didik dapat berkomunikasi dengan saling bertukar informasi tentang apa yang sedang dibahas.
v  Dengan adanya perkembangan TIK, belajar menjadi jauh lebih efisien. Proses pembelajaran tidak harus selalu dengan bertatap muka seperti jaman dahulu. Kini, proses pembelajaran dapat dilakukan memanfaatkan perkembangan TIK yang ada, sehingga kita juga dapat efisien dalam menggunakan waktu.
v  Adanya fakta bahwa peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dengan metode belajar yang menggunakan fasilitas multimedia daripada metode belajar konvensional.
v  Berkembangnya TIK juga berperan dalam hal mengelola institusi pendidikan. Peran yang dimaksud adalah memudahkan institusi pendidikan untuk menyediakan layanan informasi untuk para peserta didik, seperti informasi tentang biaya pendidikan, kurikulum, pembimbing, dan sebagainya.
Dampak negatif:
v  Dapat  terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial.
v  Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh.
v  Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Terkadang anak-anak lebih senang bermain games ketimbang materi yang diberikan oleh guru. Karena games sangat menarik peserta didik untuk rehat sejenak dari segala pembelajaran yang diterimanya di sekolah.
v  Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dan sebagainya.
8. Peran guru yang mengalami perubahan:
v  Peran guru yang pada awalnya hanya sebagai sumber utama informasi dan sumber jawaban, kini menjadi fasilitator pembelajaran.
v  Peranan guru dalam mengendalikan semua aspek pembelajaran sudah tidak berlaku lagi, kini guru lebih banyak memberikan alternatif dan tanggung jawab kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.
v  Guru tidak lagi mengunakan sistem menjelaskan secara keseluruhan dari bahan pengajaran,karena telah ada aplikasi power point dan proyektor.
Peran guru yang tidak mengalami perubahan:
v Pewarisan dan penanaman nilai-nilai kehidupan yang diberikan oleh guru tidak hanya diajarkan secara verbal searah sebagaimana yang bisa diperoleh melalui media pembelajaran elektronik, tetapi harus dikomunikasikan secara baik tidak hanya melalui ceramah dan pidato retoris tetapi terutama dan paling bermakna harus melalui contoh dan sikap hidup yang nyata.
v  Pola komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran yang disajikan oleh guru adalah sebuah pola komunikasi yang humanis karena komunikasi antara manusia dengan manusia yang lebih melibatkan suasana hati, rasa peduli, dan tenggang rasa yang tidak mungkin dialami anak didik ketika belajar dengan menggunakan alat-alat pembelajaran elektronik yang dingin, kaku dan tak punya perasaan.
v  Karena teknologi memiliki kemampuan terbatas berupa pemecahan masalah yang rasional. Ketika ada hal-hal yang irasional, manusia masih lebih unggul dalam menyelasaikan masalah. Dengan kata lain, peran para pengajar tidak akan tergantikan oleh teknologi, bagaimanapun teknologi itu berkembang semakin canggih.
v  guru tetap mengevaluasi peserta didiknya untuk mengetahui tingkat kemampuannya.
9. (a) memanfaatkan jasa teknologi elektronik yang memudahkan guru dan peserta didik, peserta didik dan sesama peserta didik atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler; (b) memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan jaringan komputer); (c) menggunakan bahan belajar mandiri (self-learning materials) yang disimpan di jaringan komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan peserta didik kapan dan di mana diperlukan; (d) memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.(e) teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah.
10.Dalam mata kuliah teknologi pendidikan/pembelajaran, kita diajarkan bagaimana memanfaatkan/menggunakan suatu teknologi dengan baik, serta membekali para peserta didik dengan pengetahuan yang berkaitan dengan tekonologi.Yang akan menjadi bekal dalam bergelut dalam dunia pekerjaan yang diinginkanya. sehingga menjadikan seseorang profesional dibidangnya masing-masing.       
Daftar Pustaka
Miarso Yusufhadi, menyemai benih teknologi pendidikan, Jakarta:Kencana, 2004.
Nasution, prof. M.A, teknologi pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.